Kita Mulai Melangkah Naik Lagi

[Sebatas mengabadikan momen]

Jadi teringat 4 tahun yang lalu, saat pertama kali membawakan adek-adek SMP membawa piala untuk pertama kalinya.

Saat itu kami bukan siapa-siapa, kami tidak diperhitungkan, apalagi dianggap.

Dewasa ini, saya baru sadar langkah kami saat itu benar.

Ikut lomba dan menang, mengubah segala cerita.

Saya semakin percaya bahwa langkah kecil itu sudah melampaui segala harapan hingga kedepannya nanti.

Hmm. Saya jadi membayangkan, apabila saat itu tidak dimajukan lomba. Apakah keadaannya seperti sekarang?

Tentu tidak.

Begitupula, yang terjadi pada adek-adek SMA kemarin.

Namun sebenarnya, yang terpenting bukanlah piala, bukanlah uang, bukanlah pengakuan, tetapi orang-orang yang ada di sini, saat ini, di hati ini.

Selamat bagi jajaran Pembina, Pelatih, Alumni, Senior, PSB, dan Paslom Patipiska atas kemenangannya.

&

Selamat bagi jajaran Pembina, Pelatih, Alumni, Senior, Monitoring, dan Paslom Pati Smaliska atas kemenangannya.

Ingat!
Tetaplah berusaha meraih mimpi dan berpijak pada bumi.
Baca yang ini

Kenapa Tidak Ada Balik Kiri dalam Baris Berbaris? [Sharing]

Sampai sekarang, masih banyak pebaris yang bertanya dalam hatinya,

"Kenapa tidak ada balik kiri?"

Apakah kamu juga?

Sebenarnya saya juga, tapi masak iya saya yang sudah gede tidak tau alasannya balik kiri ditiadakan.

Hehehe..

Cerita saja, awalnya dulu saya berpikir bahwa aba-aba baris berbaris itu selalu ada temannya. Hadap kanan dan hadap kiri, belok kanan dan belok kiri, hormat kanan dan hormat kiri, dll.

...termasuk dengan balik kanan.

Balik kanan pasti punya teman, yaitu balik kiri.

Tapi, setelah lama waktu berjalan saya baru sadar ternyata tidak ada balik kiri.

(Mungkin untuk variasi formasi ada deh. Hmm.)

Menurut penuturan beberapa orang, balik kiri tidak ada karena beberapa hal berikut.
  1. Sudah ada balik kanan, sehingga tidak perlu balik kiri yang menuju arah hadap yang sama.
  2. Balik kiri susah untuk dilakukan.
  3. Di luar negeripun juga tidak ada balik kiri, adanya balik kanan karena kanan itu right. Dan right itu benar. (Cocoklogi banget nih)

Heem. Menurutmu gimana, kok tidak ada balik kiri dalam pbb?

Mari kita berinteraksi melalui postingan kali ini.
Baca yang ini

Menyusun Strategi Kembali Tidak Sama dengan Memulai dari Awal

menyusun strategi
Perjuangan kita belum berakhir.

Masih banyak benang yang belum lurus.

Coba ingat masa saat kita belum kenal apa-apa. Gimana bersemangatnya kita waktu itu.

Pernahkah kau menghiraukan orang-orang di sekitarmu yang bilang,"Paski itu nggak perlu, paski itu nggak guna."

Sekarang, kamu sudah tau bagaimana susahnya menjadi Paskibra.

Banyak himpitan yang semakin menekan badan siang dan malam.

Banyak tekanan yang semakin menghimpit pikiran sadar dan tak sadar.

Lantas, apakah sekarang waktunya berhenti?

Tidak.

Jika kamu berhenti sekarang, sama saja kamu menyerah dengan tantangan yang datang dari dirimu sendiri.

Kamu jangan menyerah sekarang. Percaya padaku, pada temanmu.

Percayalah pada temanmu yang selalu berjuang sendirian sekarang. Percaya pada dia yang telah kau tinggalkan berjuang sendiri.

Karya ini harus tetap kau jaga.

Kau harus mau berkorban. Kau harus mau tetap berjuang bersama temanmu yang tetap tegar menjaga karya itu dalam hatinya.

Ketahuilah, banyak orang di luar sana menunggumu dan temanmu itu jatuh.

Mereka akan bersorak kegirangan ketika melihat apa yang kau miliki hancur.

Ini bukan masalah malu atau pun gengsi, ini masalah komitmenmu terhadap janji pengorbananmu di awal.

Masih maukah kamu pergi?

Ayo. Kita susun strategi lagi.

Kita sudah tau bagaimana medan tempur kita. Akan lebih mudah memulainya kembali daripada saat kita belum tau apa-apa.

Aku tunggu kau, di bawah tempat teduh itu. Kita mulai permainan dari awal lagi.
Baca yang ini

Sebuah Karya yang Harus Tetap Dijaga

sebuah karya
Biasanya yang ada di belakang layar adalah orang yang memiliki nama besar.

Namun bukan berarti, orang itu akan sehebat di belakang layar ketika tampil di depan penonton.

Orang tidak mungkin hebat diberbagai sisi kehidupannya.

Tidak mungkin orang 100% hebat dan tidak akan orang 100% lebih busuk dari sampah.

Ada kalanya memang.

Setiap orang memiliki kesempatan yang sama di bidangnya masing-masing..

Yang membedakannya hanyalah waktu.

Mungkin kali ini Kamu, Anda, Kami, Kita belum diberi kesempatan itu.

Apabila masih diberi kesempatan, bantu Aku, Saya, Kami, Kita untuk berjuang, lagi, dan lagi, lebih lagi.

Jangan larut pada kesedihan dan kekecewaan. Ayo bangun. Bangkitlah.

Semangat. Masa depan menanti ngger.. :D

#Sederhana banget ya
Baca yang ini

Kenapa Kamu Menyerah?

Jangan menyerah

Tadi saya duduk di bawah teduhnya beranda rumah.

Saya melepaskan pandangan ke langit dan menemukan luar biasa telah terjadi.

"Kenapa hal ini bisa terjadi?" #Bergumam sambil melihat ke awan yang bergerak cepat

Saya seperti melihat bayangan masa kecil saya.

Awan-awan di langit membimbing saya lebih jauh lagi menyelami setiap masa bahagia saya.

Setiap pencapaian, setiap keberhasilan, setiap penghargaan, bahkan setiap tawa teman-teman.

Lama saya mengingat itu.

Tiba-tiba, saya bertanya di benak saya, mengapa saya bisa mendapatkan itu semua?

Lantas, awan-awan itu membimbing saya lagi tapi membimbing saya menuju mendung.

Mendung yang berbeda dari biasanya.

Mendung ini membuat saya mengurutkan setiap kisah yang tercipta.

Saya menemukan ingatan itu.

Dulu saya masuk ke dalam pusaran hujan yang deras.

Meninggalkan rasa nyaman memeluk guling dan bantal kesayangan di kamar.

Saya berjalan menuju tempat si Dia berada.

Di tempat yang di isi dengan orang-orang besar, saya lalu berlari dan berusaha mengambil Dia.

Semuanya kalah.

Saya menang.

Saya membawa Dia pulang untuk menggantikan guling dan bantal kesayangan.

Karena keberhasilan itu, saya tidak peduli lagi jika terus menerjang hujan.

Yang penting bisa membawa Dia pulang lagi dan lagi.

Hmm. Saya pernah tidur dengan Dia beberapa kali.

#Duargedergedergeder

Tiba-tiba saya terbangun dari lamunan saya.

Saya jadi merasa rindu Dia.

Saya ingin memeluknya lagi saat hujan atau panas.

Tapi, apa daya.

Saya sekarang terlalu lemah untuk berlari dan bertarung.

Sekarang saatnya saya memeluk guling dan bantal kesayangan sambil menunggu WA dari mereka.

...ketika mereka berhasil membawa Dia pulang untuk dipeluk.

Leeee kumbahane dintasi sik!! Cah lanang, ewangi Ibuke!!

Hiyo mbok yuuu.... #ngentasi pemean
Baca yang ini