Wednesday, November 1, 2017

Jahatnya Pola Pikir


Pagi ini saya berkesempatan untuk nongkrong di warung pinggir jalan yang kini sering jadi tempat tongkrongan saya.

Seperti biasa, banyak teman saya bercanda ngalor-ngidul.

Saya menikmatinya, dan tiba-tiba smartphone jadul saya berbunyi kembali semenjak event mbak hanna berlalu.

"Hari ini si A menang. Kita kapan lagi?", kubatin pesan yang masuk.

Sejenak aku memandang langit, mengingat kembali masa-masa itu. Masa dimana saya masih belum ketemu anak-anak jaman now.

Sambil mengambil segelas es teh, saya ketikkan, "Puji Tuhan, si A memang pantas menang. Dia sudah lama menunggu momen ini."

Ting tung tong ting. Bunyi smartphoneku lagi.

"Ah. Padahal kan lebih bagus kita. Andaikan kita yang ditunjuk.", balas temanku.

"Hmm. Inilah jahatnya pola pikir.", begitu pikirku sambil mematikan smartphoneku.

Kubiarkan temanku ini bercerita kepada dirinya, agar dia bisa lebih mengetahui makna-makna kehidupan lebih dalam.

Meskipun bagaimana bentuknya "dia yang menang" di hari biasa, manusia hanya mampu melihat hasil akhir.

Dia sombong, dia selalu mencari kesalahan orang lain, dia hanya bisa mengeluh dengan aturan, dan dia hanya bisa menganggap remeh orang lain dan selalu curiga, tidak ada yang peduli.

Tapi syukur dia menang. Jadi dia tidak menyalahkan orang lain dulu.

Masak ada orang yang mau nyalahin orang lain begini begitu saat dia dapet nilai 100?

Glegeeeekk....

Es tehku kok dah habis.... Dikit banget.....

"Ampassss.... Salah...."

Saturday, September 30, 2017

Cara Melatih PBB Junior Paskibra agar Keren

Cara melatih pbb
Instagram.com/paskibrasman2subang

Kita bisa berandai-andai bahwa junior kita saat baris keren.

Dan pasti akan lebih keren kalau itu tidak cuma sebuah angan-angan.

Tapi pada kenyataannya, banyak yang tidak bisa merealisasikannya.

...dan harapan itu bahkan tidak bisa kesampaian sampai 3-4 generasi.

Saat generasi ke-5 terlahir, apakah angan-angan itu didapatkan?

Tidak mudah.

Atasan-atasan yang terlanjur memupuk adat akan susah untuk menerima cara-cara baru kalau tidak berpikiran terbuka.

Ibarat presiden, harus menyelesaikan PR-PR dari presiden sebelumnya.

...dan itu tidak mudah karena sudah terbentur dengan kebiasaan-kebiasaan yang menjadi adat. Meskipun buruk seperti korupsi.

Namun bukan berarti tidak bisa.

Mungkin ini kesempatan untuk menjadi agen perubahan.

Dengan catatan, kamu harus siap menghadapi tekanan-tekanan dari banyak pihak. Itu resikonya.

Beruntungnya, kamu bertemu dengan postingan ini.

Saya akan sedikit memberi tips untukmu.

Cara Melatih PBB


Sebenarnya, dalam melatih PBB hanya ada 3 hal penting:

  • Niat
  • Hati
  • Semangat

Nah, semua hal di bawah ini berkaitan dengan 3 hal itu.

Mari disimak.

0. Kumpulkan Keberanian


cara melatih junior pbb

Ketika kamu melakukan perubahan, maka kamu harus berani melakukan perlawanan.

Terhadap siapa?

Terhadap segala hal yang menghalang-halangi tujuanmu.

Keberanian di sini harus berbuah positif, jangan negatif.

(Jangan mengumpulkan keberanian untuk menipu dan/atau mengadu domba.)

1. Mulai Perubahan


Melatih PBB

Bagi saya, perubahan antara lain:

  • Sistem keorganisasian
  • Hubungan dengan pihak luar
  • Detail baris
  • Materi variasi dan formasi
  • Acara-acara pengkaderan
  • Cara dan metode pelatihan

(Kalau ada yang lain kasih tau lewat komentar ya.)

Ya. Saya rasa 6 hal itu, baik langsung atau tidak langsung mempengaruhi gaya PBB paskibra.

Kalau ingin paskimu jadi lebih keren, coba cek ke-6 hal itu. Kalau ada yang salah, benarkan dan kalau tidak ada, pertahankan.

a. Sistem Keorganisasian


Sistem organisasi yang baik adalah penentu keberhasilan yang paling utama.

Namun bagaimana struktur yang baik itu?

Sistem yang baik adalah yang paling sesuai dengan keadaan paskibramu.

Karena sistem terlalu luas maka saya akan fokuskan ke ring 1, ketua.

Sejauh ini, yang saya tau, ada 2 cara menentukan ketua.

  1. Dipilih langsung oleh senior
  2. Dipilih lewat voting semua anggota aktif

Setiap sistem ada kelebihan dan kekurangannya.

Tapi yang terpenting -dan seharusnya- orang yang terpilih menjadi ketua adalah orang yang dari awal terlihat jiwa kepemimpinannya.

(Btw, agak susah nih menjabarkannya. Tapi besok akan saya jabarkan di artikel lain. Agar tidak terlalu panjang artikel ini.)

Dengan benarnya orang yang terpilih maka paskimu pasti akan bertumbuh.

b. Hubungan dengan Pihak Luar


Pihak eksternal di sini terdiri dari:

  1. Alumni
  2. Orangtua
  3. Sekolah

(Ada lagi? Tambahkan lewat komentar.)

Baik alumni, orangtua, atau sekolah perlu diperhatikan dengan benar agar tidak terjadi permasalahan yang berhubungan dengan juniormu.

Tapi cara mengurus hubungan dengan alumni, orangtua, atau sekolah itu berbeda.

Kamu harus bisa memetakan masalah dengan hubungan paskibra di atas kertas agar kamu dan teman-temanmu tau permasalahannya dan bisa menyelesaikannya.

c. Detail Baris


Faktor krusial selanjutnya adalah detail baris.

Bagaimana cara berbaris paskibramu?

Apakah sudah benar?

Meskipun tiap daerah berbeda pemahaman, tetapi dasarnya pasti sama.

Satu saran dari saya, jangan anti terhadap pendapat orang lain (termasuk pesaing).

Pikirkan dan lihat kenyataannya di lapangan.

d. Materi Variasi dan Formasi


Sekarang ini, membuat variasi bisa dipermudah dengan adanya video di YouTube.

Video-video itu bisa dijadikan referensi.

Tapi, ada buaaanyaaak pangkalan yang hanya bisa memplagiat variasi pangkalan lain.

Kalau saja hukum HaKI berlaku di sini, maka plagiator juga bisa dituntut.

Sebenarnya sebuah karya tidak perlu dicemburui, karena yang rugi adalah plagiator.

Kenapa?

Karena dia tidak dapat berkembang. Hanya bisa meniru dan tidak produktif.

Inti dari poin ini, kamu jangan full meniru variasi. Berikan warnamu sendiri di sana.

Jelek? Paling tidak kamu sudah berani membuatnya dan hal itu bisa menjadi pembelajaran kedepannya.

e. Acara-acara Pengkaderan


Acara pengkaderan di sini meliputi, acara-acara seleksi dan diklat.

Jangan ajari mereka dengan rasa takut namun dengan rasa hormat.

Jangan paksa mereka setuju dengan sudut pandangmu tapi pelajari sudut pandang mereka dan masuk ke sana.

Maka kamu akan dapat mempertahankan mereka tanpa perlu bersusah payah.

f. Cara dan Metode Pelatihan


Sudah sejak lama cara dan metode pelatihan paskibra menjadi perdebatan panjang.

Bagaimana metode yang tepat?

Cara yang paling sederhana, lihat pesaingmu.

Namun, saran dari saya seperti ini:

  • Buat target harian.
  • Buat jadwal harian.
  • Buat target bulanan.
  • Buat jadwal bulanan.
  • Ulang dan ulang materi yang susah.

Setelah selesai latihan, berikan sesi briefing untuk memotivasi mereka, memberi mereka pengarahan, atau sekedar bercanda.

2. Pertahankan dan Tingkatkan Kualitasnya


melatih junior paskibra

Ketika sudah dapat kata "KEREN", jangan puas.

Naikkan targetmu dan berusahalah lagi untuk mencapainya.

Dengan begitu, iklim paskibramu tetap hidup.

Caranya gimana?

Kamu tinggal mengulang lagi dari awal langkah-langkah di atas.

Ayo Dimulai dari Sekarang!


Sekarang, mulai susun strategi melatihmu dengan matang.

Libas target terdekat.

Jika ada pertanyaan, silakan ditanyakan.

Kalau pengen langsung close tab, tolong bagikan dulu artikel ini.

Terima kasih.

Wednesday, August 30, 2017

Untuk Temanku yang Masih Berjuang

Teruslah berjuang

Saya merasa kasihan.

Banyak orang mendoktrin bahwa pihak K lebih hebat dari pihak A, atau pihak K lebih hebat dari pihak B.

Mereka sebenarnya lemah dan tidak berdaya.

Mereka tidak punya taring yang sesungguhnya. Mereka hanya punya susu di barisan giginya.

Tapi anehnya, mereka-mereka yang kontra dengan pihak ini merasa lebih lemah daripada si mulut besar.

Sederhananya mereka meyakini doktrin itu benar. Pihak K lebih hebat dari pihak A dan B.

Ini kesalahan pola pikir yang mengakibatkan si mulut besar menang.

Ingat, setiap orang/badan/bidang di dunia ini punya kekurangan dan kelebihan.

Tugas kita adalah tetap yakin pada kelebihan kita.

Jika Singa punya taring untuk memangsa, maka Gajah punya gading untuk bertahan hidup.

Jika Citah punya kecepatan untuk berlari, maka Siput punya rumah untuk bertahan hidup.

Dan jika mereka punya sumber daya, kekuatan, dan kehebatan, maka kita punya tekad, dedikasi, dan semangat untuk berjuang.

Semangat berjuang temanku.

Jangan lupa ada Tuhan bersamamu.