Sunday, September 4, 2016

Tips untuk Senior: Melatih Junior Paskibra

Paskibraka Surakarta
Paskibraka Surakarta 2014

Apa tujuanmu melatih junior paskibramu?

  • Agar menang lomba?
  • Mengubah karakter mereka?
  • Supaya juniormu lebih disiplin?
  • Agar juniormu menjadi lebih tanggung jawab?
  • (Isi jawabanmu sendiri di kolom komentar)

Apapun tujuanmu melatih junior paskibramu, saya yakin tujuan itu baik.

Mas, mas punya tips nggak tentang ngelatih junior itu kudu bagaimana?

Jika kamu belum tau bagaimana sih melatih yang "benar", saya punya beberapa tips untuk kamu, para senior.

...untuk melatih juniormu dan agar tujuanmu melatih junior tercapai.

Sebenarnya ini bukan sekadar tips, ini sebuah rahasia.

"Tips" melatih junior paskibra untuk semua tujuanmu.


1. Satukan tekad, tujuan, dan ambisi

tekad, tujuan, dan ambisi

Kenapa di atas saya bertanya tentang tujuanmu melatih junior paskibramu?

Ya karena poin pertama ini.

Kamu dan teman-temanmu harus sudah memiliki tekad dan tujuan serta ambisi untuk melatih junior paskibramu.

Jika kamu dan teman-temanmu belum punya tujuan dan ambisi yang pasti, kasian adik-adik paskimu. Mereka diombang-ambingkan tanpa tujuan.

Saya pernah mengalami masa-masa ini (tanpa tekad, tujuan dan ambisi), ketika junior atau senior. Dan jujur, rasanya tidak nyaman dan aneh.

Bagi saya tujuan itu adalah sebuah target yang kamu rencanakan untuk juniormu. Tujuan itu haruslah luas, dan berdampak bagi kehidupan adikmu kelak.

Jika kamu berpikir tujuanmu adalah menang lomba, itu salah. Bagi saya, tujuan memenangkan lomba tidak lebih dari sekadar ambisi.

Jadi sederhananya tujuan > ambisi.

Contoh tujuan: Memperbaiki karakter adik-adik.
Contoh ambisi: Menang lomba (Juara Umum, Juara PBB, Juara Variasi, Juara Danton, dll)

Setalah kalian menyatukan tekad, tujuan, dan ambisi, kalian bisa 'menyalurkannya' kepada adik-adik kalian.

Caranya bagaimana? Karena kita anak paskibra, media paling berpengaruh adalah ketika latihan. :)

2. Latih dengan hati

latih junior dengan hati

Satu hal yang mungkin sering kamu lupakan, melatih dengan hati.

Ngapain harus pake hati?

Karena begini, jika kamu asal-asalan melatih adik-adikmu maka jangan kaget kalau hasilnya juga asal-asalan.

Kamu juga tau bukan, jika orang pacaran pasti pasti pakai hati kalau tidak pakai hati pasti cuma main-main.

Pengalaman saja, walaupun paski SMP dan SMA saya tidak sering mendapatkan piala namun paski SMP dan SMA saya pasti ditunggu kehadirannya di setiap lomba yang diikuti.

Di kota saya, Surakarta, paski-paski yang ditunggu penampilannya pasti memiliki greget yang mantab.

Greget itu datangnya darimana? Greget itu datang dari seniornya, senior menyalurkan semangat, perasaan dan hatinya pada juniornya lalu juniornya menerima dan memperlihatkannya pada orang lain (dengan hati juga).

Seburuk apapun penampilannya, pasti mendapat tanggapan (yang relatif) positif.

Ahh.... Itu kan cuma buat paski-paski sekolah yang udah berumur... Paski sekolahku masih muda....

Umur paski muda tidak masalah, ada semangat maka ada jalan.

Ketika saya menjadi paski senior SMP, saya beruntung bisa membawakan adik-adik saya juara umum 2 kali dalam 1 tahun (umur paski saya waktu itu baru 6 tahun -angkatan 1 kelas 3 SMA-).

Mana lagi mas?

Jujur, di daerah saya rata-rata begitu. Jadi kalau disuruh kasih contoh satu per satu itu banyak banget tidak hanya satu dua.

Sip, paham. Pakai hati kalau melatih. :)

3. Awali dengan keseriusan akhiri dengan tawa
Ketika memulai sesi latihan, kondisikan suasana berangsur dari serius ke santai.

Kenapa harus begitu?

Supaya targetmu dalam satu hari (sesi) tercapai.

Karena jika dibalik, kamu akan susah mengubah suasana dari santai ke serius.

Semangat!


Nah, itu dia tips-tips dari saya.

Kamu bisa memvariasikannya sesuai dengan adat istiadat paski sekolahmu.

Jika kamu ada pertanyaan atau pernyataan, silakan berkomentar di bawah. Saya akan menanggapinya dengan senang hati.

Terima kasih.

Ayo berkomentar! :)

Ungkapkan pendapatmu!
EmoticonEmoticon