Tuesday, June 13, 2017

Berpikir untuk Keluar dari Paskibra? Yakinkan Dirimu untuk Bertahan

alasan keluar paskibra
Apa yang membuatmu ingin keluar paskibra?

Masih ingatkah kamu, saat pertama kali tau soal paskibra dan betapa antusiasnya kamu saat itu?

Sekarang kamu sudah tau paskibra itu seperti apa, kamu hendak keluar.

Apa sebenarnya yang ada dipikiranmu.

Alasanmu pasti nggak jauh-jauh dari 2 hal ini:

  1. Tugas makin banyak
  2. Dimarahin orang tua

Tapi apakah benar demikian?

Kenyataannya tidak.

Keluar dari paskibra dengan 2 alasan itu adalah kasus klasik. Hampir semua pangkalan mengalaminya. Nggak cuma satu kali, tapi berkali-kali di setiap angkatan.

Mereka bilang seperti itu karena 2 alasan itu mereka anggap kuat dan nggak terbantahkan.

Padahal, 2 alasan itu (menurut saya) adalah alasan yang nggak bisa diterima karena mereka tidak bisa menggenapi janjinya saat mendaftarkan diri.

Mendaftarkan diri lho bukan didaftarkan.

Apakah kamu mau ikut-ikutan?

Yaudah deh, saya tak alesan sakit ini itu...

Saya jadi teringat, ada salah satu teman dari teman saya, dia keluar paskibra dengan alasan penyakit.

(Sebenarnya dia sehat.)

Dia memang berhasil keluar dari paskibra dengan cara ini.

Namun, jika orang itu mengalami penyakit itu, siapa yang hendak disalahkan?

Ingat, ucapan adalah doa. Jangan main-main dengan ucapan.

Kalau kamu emang sakit beneran, kamu pasti nggak bakalan keterima jadi paskibra di awal.

Diterima pun pasti karena penyakitmu itu masih bisa ditolerir dan dianggap bakal kuat ngejalanin latihan.

Yang ngurus pangkalan kan nggak cuman 1 kepala. Jadi penerimaanmu sebagai anggota paskibra, sebenarnya, melalui proses debat yang alot.

Jadi gimana dong? Aku beneran nggak dibolehin orang tua aku...

Kalau aku jadi kamu, aku bakalan nyari tau akar masalahnya. Kenapa kok tidak boleh paskibra-paskibrakaan lagi.

Temuin itu. Selesaikan bareng-bareng sama temen.

Kamu nggak mau?

Yaudah. Kamu emang nggak pantes dipertahankan dan selamat kamu membuang waktumu selama n bulan di paskibra.

Jangan salahkan paskibra, jangan salahkan Tuhan juga (Tuhan selalu merencanakan yang terbaik buat kamu).

Btw, 2 alasan itu sebenarnya berhubungan.

Kemungkinan pertama...

Kamu latihan terus, kamu nggak belajar, nilaimu jelek, dimarahin orang tua, orang tua tidak mau kamu ikut paskibra lagi.

Kemungkinan kedua...

Kamu ada jadwal latihan terus, kamu nggak ikut latihan malah main bareng temen lain, kamu nggak belajar, nilaimu jelek, dimarahin orang tua, orang tua tidak mau kamu ikut paskibra lagi.

Jadi, sebenarnya, problemnya ada di kamu sendiri. Bukan orang lain.

Ya tapi itu terserah kamu, mau mengakui atau tidak.

Hehehe.

Tapi harapanku, kamu tetep jadi paskibra, tetep membanggakan orang tua melalui hal itu.

Membanggakan orang tua di jalur akademis aja udah bikin bangga, apalagi ditambah jalur non-akademis. Makin banggalah.

Perkara pemecahan masalahnya gimana, bisa dong didiskusikan sama teman-temanmu. :)

Kamu mau cerita?

Silakan komentar atau juga bisa mengirim e-mail ke saya jika tidak ingin terpublikasi namanya.

Dan bagi yang share artikel saya, harap hati-hati. :D

Terima kasih.

This Is The Newest Post

Ayo berkomentar! :)

Ungkapkan pendapatmu!
EmoticonEmoticon