Wednesday, December 13, 2017

Alergi Kalah, Haruskah Paskibra selalu Juara?

Alergi kalah
Pleton SMA YADIKA 3 Karang Tengah

Saya sering melihat dan mendengar pelatih paskibra berkata soal cita-citanya memenangkan pasukan yang dilatihnya di sebuah ajang lomba PBB.

Dan mereka tidak main-main, mereka mencari materi-materi tentang cara memenangkan lomba PBB itu di internet.

Setelah menemukan artikel tutorial PBB mereka mencoba mengaplikasikannya. Atau setelah menemukan video variasi yang cocok mereka langsung menjiplaknya.

WAW!

Menjiplaknya.

Tapi saya ndak mau mbahas masalah jiplak-menjiplak ini, saya hanya tertarik pada hal-hal yang memicu hal ini terjadi.

Dan hal yang paling besar, yang paling berpengaruh terhadap tindakan ini adalah alergi kalah.

Kalah itu memalukan.

...katanya.

Kenapa? Karena pasti banyak akan ejekan dari pangkalan lain, kompetitor, rival, atau apalah itu namanya jika menelan kekalahan.

Tapi, taukah kamu jika kamu dan pangkalanmu kalah maka itu adalah sebuah anugerah.

Anugerah kalah jauh lebih berharga daripada anugerah kemenangan.

Dengan kekalahan, kita sebagai seorang paskibra bisa mengintropeksi jauh lebih dalam dan intens ketimbang mereka yang menang.

Sangat sedikit pangkalan yang melakukan intropeksi saat mereka mendapatkan kemenangan. Rata-ratanya sih udah pada jalan ndangak pas pulang.

Saya sering bertanya-jawab dengan diri saya kurang lebih begini....

"Kita sudah menang. Kita sudah dipuncak. Lalu, apa yang kita lakukan setelah ini? Ikut lomba, lomba, dan lomba lagi? Sampai capek dan hanya berakhir dengan puluhan piala, uang pembinaan, dan kebanggaan yang tidak dapat dijual di saat butuh beras? Atau sampai dapat ratusan like, viewers, dan follower di jejaring sosial?"

"Tidak. Jangan begitu. Kita harus mencari sesuatu yang baru dan berjuang kembali dari nol di sana. Apa itu?"

"Pengembangan diri dan pendidikan karakter adek-adek. Ini bisa bermanfaat bagi mereka kedepannya daripada cuma praktek baris. Menang lomba bukan fokus utama lagi. Karena jikapun menang itu sudah biasa. Ini tahap lanjut setelah selalu menang. Ya, walaupun ini sangat samar dan susah."

"Beruntung juga, bagi mereka yang belum pernah menang sekalipun. Mereka tidak perlu bingung mau ngapain. Targetnya menang. Dalam perjalanan mereka ini, mereka lebih banyak belajar ketimbang yang satu dua kali maju sudah dapat kemenangan. Dan yang perlu digaris bawahi, apa yang mereka dapatkan selama proses ini adalah anugerah. Tuhan itu adil."

Hmm...

Bagaimana? Masih ingin selalu menang?

Saya rasa masih.

Terserah aja deh....

Ayo berkomentar! :)

Ungkapkan pendapatmu!
EmoticonEmoticon